Senin, 26 Agustus 2019

The Lavender Lady


Diterjemahkan dari web Scary for Kids.

Diceritakan, ada seorang wanita cantik penjual bunga di pinggir jalan. Ia sangat menyukai bunga lavender, hingga orang-orang menjulukinya “Lavender Lady”.



Suatu hari, ia terserang suatu penyakit misterius. Gadis itu pun dibawa ke rumah sakit. Namun, tak ada dokter yang bisa memastikan penyakit apa yang sebenarnya ia derita. Keadaan ekonomi sang gadis yang bisa dibilang kurang mampu juga membuatnya tak bisa berbuat banyak. Kondisi kesehatannya kian memburuk, dan akhirnya ia pun meninggal.

Pada suatu malam, seorang petugas pembersih bekerja lembur membersihkan lorong rumah sakit. Semua pasien sudah tertidur dan suasana sangat senyap.

Saat itu, lamat-lamat terdengar suara.

Psst ....

Tak lama setelahnya, tercium aroma bunga lavender yang samar. Petugas pembersih itu langsung teringat dengan gadis penjual bunga yang meninggal di rumah sakit itu beberapa minggu yang lalu. Lorong yang ia bersihkan cukup panjang dan gelap dengan ruang bangsal di kanan dan kiri. Rasa dingin mulai menjalar di tengkuk lehernya. Ia pun lanjut mengepel, mencoba tak memikirkan hal itu.

Psst ....

Suara itu terdengar lagi. Kali ini lebih jelas dan aroma lavender pun makin kuat tercium. Ketakutan, si petugas pembersih pun mengepel lebih cepat agar pekerjaannya cepat selesai dan bisa segera pulang.

Psst ....

Selama ia menyusuri lorong, suara misterius itu pun terdengar semakin jelas dan udara semakin dipenuhi oleh aroma lavender. Sang petugas kebersihan tak kuasa menahan rasa takutnya. Kakinya tak bisa berhenti bergetar. Lalu, ia menyadari kalau sedang berdiri tepat di depan bangsal, tempat di mana Lavender Lady menghembuskan napas terakhir.

Psst ....

Jelas sudah, suara itu berasal dari balik pintu bangsal yang tertutup. Ia coba menggapai pintu dengan tangan yang gemetar, lalu membukanya perlahan. Aroma lavender benar-benar kuat di sini, memenuhi seisi ruangan.

Psst ....

Ia mendongak ke atas ....

Perlahan ....

Perlahan ....

... di sanalah dia berada.

Psst ....

“Oalah, asem ... ternyata pengharum ruangan!”

Tamat





Tidak ada komentar:

Posting Komentar