Senin, 26 Agustus 2019

Teman Baikku


Diterjemahkan dari web Scary for Kids.

Saat berumur 10 tahun, aku memiliki seorang teman baik. Jarak antara rumahnya dengan rumahku hanya sekitar beberapa menit berjalan kaki. Suatu hari sepulang sekolah, aku mampir ke rumahnya seperti biasa untuk mengajak bermain.



Saat sampai di sana, aku mengetuk pintu rumahnya. Namun, tak ada jawaban. Suasana rumah benar-benar sunyi senyap.

Selanjutnya kucoba memanggil nama temanku, tetapi hasilnya pun sama saja.

Mobil ibunya terparkir di depan rumah, jadi aku tahu kalau mereka tidak pergi ke mana-mana.

“Keluarlah, ayo kita main!” teriakku memanggilnya.

Masih tak ada jawaban.

“Ayolah, aku tahu kau ada di dalam,” ujarku lagi.

Kesunyian ini mulai membuatku merinding.

Aku menggapai jendela, lalu mengintip ke dalam.

Saat itu juga, aku mendengar temanku berteriak, “Pergilah, tinggalkan tempat ini!”

Tiba-tiba terdengar suara jeritan dan dentuman keras.

Ketakutan, aku berlari pulang sambil menangis. Sama sekali tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Esoknya, di sekolah, aku mendengar kabar yang mengejutkan dari kakak kelas. Mereka bilang, kemarin sekelompok pencuri menerobos masuk ke rumah temanku.

Temanku dan ibunya tewas dibunuh.

Bila saat itu aku masuk ke rumahnya, mungkin nasibku juga tak akan jauh berbeda.

Semuanya menjadi jelas, temanku dan ibunya sedang bersembunyi dari para pencuri itu saat aku datang ke rumahnya. Dengan berteriak menyuruh pergi, ia telah menyelamatkan nyawaku.

Namun, hal itu juga berakibat tempat persembunyiannya menjadi ketahuan.

Tamat













Tidak ada komentar:

Posting Komentar