Jumat, 23 Agustus 2019

Tiga Permintaan


Diterjemahkan dari web Scary for Kids.

Ada seorang remaja laki-laki bernama Boim yang mempunyai perilaku sangat buruk. Orang tuanya sudah tak bisa mengendalikan anak itu, dan ia pun sering membuat masalah. Di sekolah, ia suka mem-bully siswa lain dan berkelahi. Ia hampir tak memiliki teman, bahkan semua murid di kelas membencinya.



Suatu pagi, Boim sedang dalam perjalanan ke sekolah saat seorang laki-laki misterius keluar dari balik pohon dan menghalangi jalannya. Pria itu berbusana serba hitam dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun, yang paling aneh adalah tatapan mata dengan sinar tak wajar itu.

“Si-siapa kau?!” tanya Boim dengan suara memekik karena kaget.

“Hmm, aku punya banyak nama,” jawab si pria dengan senyum tipis. “Beberapa memanggilku Beelzebub. Yang lain mengenalku sebagai Belial, Old Nick, atau Lucifer. Kau mungkin mengetahuiku sebagai Iblis.”

“Hahaha ... Iblis katanya,” ejek Boim tak percaya. “Coba buktikan bualanmu itu!”

“Baiklah,” balas sang iblis setuju. “Akan kuberikan kau tiga permintaan. Sebagai gantinya, aku minta jiwamu yang kotor itu.”

Boim berpikir keras selama beberapa menit, lalu ia mengangkat bahu dan berkata, “Baiklah, aku setuju.”

“Bagus,” ucap sang Iblis dengan senyum yang lebih lebar. “Sebutkan permintaan pertamamu.”

“Hmm ... aku pernah dengar cerita seperti ini sebelumnya,” ujar Boim. “Saat mereka diberi permintaan, biasanya akan berakhir buruk. Tapi aku tak sebodoh itu. Jadi, untuk permintaan pertama, aku ingin permintaan yang tak terbatas!”

Si Iblis mengangkat alisnya. “Oh ... cerdik juga kau,” balasnya. “Permintaanmu dikabulkan!”

“Yeah, aku memang pintar!” sorak Boim dengan senyum licik.

“Sekarang permintaan kedua,” sambung si Iblis mempersilakan.

“Ng ... untuk permintaan kedua. Aku ingin menjadi jutawan,” ujar Boim antusias. “Tunggu, maksudku jutawan dolar Amerika, awas saja kalau dolar Zimbabwe! Percuma jadi jutawan kalau cuma bisa beli sebutir telur.”

Sang Iblis menggelengkan kepala sambil tersenyum. “Wah, sepertinya aku kalah cerdas darimu,” tandasnya. “Permintaan kedua dikabulkan!”

Tiba-tiba tas Boim terasa begitu berat. Setelah dibuka, ia terkejut mendapati tasnya dipenuhi bergepok-gepok uang dolar Amerika.

“Mantab!” sorak Boim kegirangan. “Oke, untuk permintaan selanjutnya, aku ingin menjadi laki-laki paling populer di sekolah!”

“Permintaanmu dikabulkan!” balas Sang Iblis seketika.

Tepat setelah itu, terdengar bel masuk sekolah dari kejauhan.

“Ah, sial!” gerutu Boim. “Lihat, gara-gara kau aku jadi telat masuk! Guru menyebalkan itu pasti sudah menyiapkan hukuman untukku. Arrghh ... mau mati saja rasanya!”

“Assiyap, laksanaken!”

Tamat





Tidak ada komentar:

Posting Komentar