Selasa, 20 Agustus 2019

Kemping di Mobil Van


Diterjemahkan dari web Scary for Kids.

Kisah ini adalah momen paling mengerikan dalam hidupku yang terjadi saat masih remaja. Aku dan seorang teman berencana pergi kemping ke sebuah hutan. Lalu, kami memutuskan untuk bermalam di sebuah mobil van yang kami temukan di tengah hutan. Mobil ini tak terpakai dan kelihatannya sudah lama ditinggalkan.



Awal cerita, pada suatu akhir pekan, kami berjalan kaki menuju lokasi di mana mobil van itu berada. Saat sampai di sana, hari sudah gelap. Kami membuka pintu van yang karatan, lalu masuk ke dalam.

Itu adalah malam yang buruk. Hujan turun sangat deras dan angin berembus kencang. Van yang kami naiki sampai menderit dan berguncang. Bahkan kami sempat mengira ada suara seseorang atau sesuatu yang berjalan di sekitar van.

“Mungkin hanya binatang,” pikir kami meyakinkan diri.

Kami berdua sangat gugup dan ketakutan, tetapi tetap berusaha bersikap biasa saja dan menganggap ini adalah acara kemping yang menyenangkan.

Tepat tengah malam, aku terbangun oleh suara aneh. Aku duduk di tempat tidur saat menyadari ada sesuatu yang terlihat dari sudut mataku. Di sebuah jendela kecil di sudut lain van, aku melihat bayangan yang bergerak.

Awalnya aku mengira itu adalah bayangan pohon. Namun, aku sadar itu adalah bayangan manusia. Terlihat seperti siluet seorang pria. Kelihatannya ia tengah berdiri di luar van, mengawasi kami.

Aku coba menghampiri temanku yang sedang terlelap, lalu bayangan itu pun mulai bergerak. Aku terdiam mematung. Jantungku berdetak cepat dan keringat mulai bercucuran. Aku tak bisa melepaskan pandanganku dari bayangan pria di luar.

Aku mengguncang tubuh temanku agar dia segera bangun.

“Ada apa sih?” gerutunya.

“Seseorang mengawasi kita!” bisikku padanya. “Apa kau melihatnya?”

“Y-ya, aku melihatnya!” Ia pun terkejut mengetahui kalau kami tak sendiri di sini.

Sekitar sepuluh menit lamanya, kami hanya duduk di sana memperhatikan bayangan pria itu. Sama sekali tak berani untuk bergerak. Pria itu juga hanya diam di sana, menatap kami balik. Makin lama kami memperhatikannya, semakin ciut pula nyali kami berdua.

Akhirnya, temanku memberanikan diri untuk menyalakan senter. Kami harap itu bisa menakutinya.

Saat cahaya senter menerangi area di hadapan, kami menyadari sebuah kesalahan mengerikan.

Tak ada jendela di sudut lain van, itu adalah sebuah cermin.

Dengan kata lain, selama sepuluh menit tadi, kami sedang memperhatikan bayangan sendiri.

Tamat










Tidak ada komentar:

Posting Komentar