Jumat, 22 Desember 2017

RIDDLE : OPERASI DARURAT

RIDDLE : OPERASI DARURAT


Aku seorang dokter bedah yang cukup berpengalaman, dan hari ini aku mendapatkan pekerjaan yang cukup sulit, masalahnya ini adalah pertama kalinya aku melakukan pembedahan seperti ini, tak setiap hari aku mendapatkan ‘kasus’ yang langka begini.

RESIDENT UVIL

RESIDENT UVIL


1)      Seluruh kota sudah dikuasai zombie, kau adalah salah satu dari sedikit penyintas yang tersisa, kau bersama kedua temanmu berusaha mencari bantuan. Kau berhasil menghubungi tentara menggunakan radio telekomunikasi, mereka memberikan titik lokasi penjemputan dan akan segera datang menjemputmu, namun untuk sampai ke sana kalian harus bertahan dari serangan zombie yang semakin menggila. Jika kau memilih ke kantor pos pergilah ke no. 11 / jika kau memilih ke kantor polisi pergilah ke no. 12.

RIDDLE : RUMAH YANG MENGERIKAN

RIDDLE : RUMAH YANG MENGERIKAN


Suatu malam aku masuk ke rumah yang cukup besar, lalu melihat sesuatu di kolong meja, kepalanya berwarna merah, tubuhnya melingkar, dan secara perlahan dia terus berjalan mundur.

RIDDLE : SUPIR

RIDDLE : SUPIR


Malam itu aku tengah mengantarkan seorang penumpang, ya... aku adalah seorang supir. Tugasku mengantarkan orang dari satu tempat ke tempat lain.
Aku melewati jalan besar yang biasanya masih macet jam segini, namun anehnya malam ini begitu sepi, tak banyak mobil terlihat.

RIDDLE : IBU TERBAIK

RIDDLE : IBU TERBAIK


Aku punya kemampuan yang istimewa, aku mampu bergerak dengan sangat cepat, dengan kemampuanku itu aku berhasil mencapai target yang diinginkan.

RIDDLE : MASALAH DI PERKOTAAN

RIDDLE : MASALAH DI PERKOTAAN


Ah... beginilah hiruk pikuk di perkotaan. Jalan rayanya macet total, tak ada satu pun kendaraan yang bergerak. Semua orang mogok kerja, mereka ramai – ramai turun ke jalan. Untuk keluar kota pun sudah sulit sekarang.

RIDDLE : MOVIE FREAK

RIDDLE : MOVIE FREAK   

  
   
Malam hari dan cuaca sedang hujan deras saat itu. Aku tengah menonton film perang yang seru. Volume suara sengaja aku besarkan karena suara hujan yang cukup berisik di luar.

RIDDLE : PETAK UMPET

RIDDLE : PETAK UMPET


Aku jarang bertemu dengan sepupuku, terakhir kali kami bertemu saat ada acara kumpul keluarga. Kami bersenang – senang saat itu, dia mengajakku bermain petak umpet, heh... dia tidak tahu kalau aku paling jago dalam permainan ini.

RIDDLE : BERBURU

RIDDLE : BERBURU
Level : Very Very Very Easy


Sudah beberapa menit aku mencoba mengeluarkan dia dari tempat persembunyiannya. Yang membuat sulit karena dia bersembunyi di tempat yang kecil, dan lagi aku hanya meraba menggunakan jariku untuk mengetahui letaknya berada.

PILIH JALANMU

PILIH JALANMU
                   

By: Mu Id

1       Kau melihat jam di tanganmu, sudah pukul 00.30. Kau sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah, berjalan sendirian melewati gang dengan tembok tinggi di kanan dan kirinya, gang ini sepi dan gelap, namun kau masih bisa melihat jalan yang terbentang lurus ke depan. Tiba – tiba salah satu penutup got di pinggir jalan terbuka, lalu terlihat sosok hitam merangkak keluar dari dalamnya, tubuh kurusnya berlumuran kotoran dan berbau sangat busuk, kini ia tengah menatapmu dengan mata merahnya, lalu tersenyum menampakkan gigi hitam yang menjijikan, dengan cepat ia berlari menghampirimu... jika kau memilih untuk memanjat tembok pilih no. 8 / jika kau memilih berbalik ke belakang dan berlari pilih no. 7.

RIDDLE : PENGUNTIT

RIDDLE : PENGUNTIT
Level : Very Easy


Dia sudah membuntutiku sejak lama. Saat aku mulai berjalan, dia pun mulai mengikutiku dari belakang. Lalu aku mulai berlari, namun semakin cepat aku berlari, semakin cepat juga dia mengejarku.

ARIS IN CREEPYLAND : BAGIAN 6

BAGIAN 6 (TAMAT)


“a..apa yang kau... ti..tidak... tidak mungkin... tidak mungkin dia Arman... dia itu...” perkataan Aris terpotong saat ia melihat punggung makhluk itu, ia melihat sesuatu yang sangat familiar, itu adalah tanda lahir yang terletak di punggung sebelah kirinya, tanda lahir yang sama seperti yang dimiliki Arman. “A..Arman ? apa benar kau Arman... ?”. Arman hanya tertunduk lesu, ia tak mampu menatap mata kakaknya. “apa yang terjadi denganmu ? kenapa kau menjadi seperti ini...?”. Aris mulai meneteskan air matanya, ia senang karena bisa bertemu dengan adiknya, namun di sisi lain ia tak sanggup menerima kenyataan bahwa adiknya kini berperawakan seperti monster.

Aris In Creepyland : Bagian 5

BAGIAN 5


“Ahh...disini kamu rupanya, cepat kembalikan lidahku !” ternyata itu si  ‘makhluk peniru’ yang ditemuinya tadi !
“nih...” jawab sang nenek sambil menjulurkan lidahnya.
“kiii... itu kan lidahku ! kenapa nenek yang pakai ?”
“biarlah... kau kan hanya memakan mangsamu bulat – bulat seperti ular, jadi kau tak membutuhkan lidah ini untuk makan”.
“tapi... itu kan berpengaruh pada penampilanku... ki..ki..kii...” jawab makhluk itu sok keren.
“cih... memangnya wanita mana yang mau melirikmu, baru melihatmu saja mereka sudah kena serangan jantung !”

RIDDLE : BETAPA MALANG NASIBKU

RIDDLE : BETAPA MALANG NASIBKU


Nasibku sungguh sial. Aku selalu diinjak – injak oleh orang lain. Mereka selalu memanfaatkanku  untuk mencapai tujuan mereka sendiri.
Sementara di sana, aku melihat tubuh ibuku disentuh, diraba dan dipegang – pegang orang banyak yang tak kukenal, ia hanya bisa pasrah diperlakukan seperti itu.

Selasa, 12 Desember 2017

RIDDLE : PERSAHABATAN

RIDDLE : PERSAHABATAN


Aku dan Rudy adalah sahabat dekat. Kami sudah berteman cukup lama, namun karena disebabkan suatu konflik yang pecah di antara kami, hubungan persahabatan kami pun sempat goyah. Aku merasa sangat kesal dengannya. Kami berdua jadi sering menghindar.

Minggu, 10 Desember 2017

ARIS IN CREEPYLAND : BAGIAN 4

BAGIAN 4


                Aris merasa harus menyelamatkan kepala – kepala itu, biar bagaimanapun mereka masih terlihat seperti manusia di mata Aris. Segera ia memungut beberapa batu dan melemparkannya ke arah goblin – goblin itu. “SHAAA...!!!” goblin itu mendesis tanda tak suka, namun melihat Aris yang terus melempari batu sambil berteriak seperti orang kesurupan membuat para goblin itu pergi meninggalkan kepala – kepala yang sudah mereka kumpulkan. Aris khawatir goblin – goblin itu akan kembali lagi, maka ia pindahkan kepala – kepala itu di tempat lain yang lebih aman dan tersembunyi, sebenarnya Aris tidak punya waktu untuk melakukan ini, tapi ia tak bisa meninggalkan mereka begitu saja tanpa perlindungan.

Jumat, 08 Desember 2017

RIDDLE : HANTU TOILET

RIDDLE : HANTU TOILET


Aduh... aku tiba – tiba kebelet pipis. Tidak ada urinal disini, ya sudah aku buang air kecil di dalam bilik saja.

Rabu, 06 Desember 2017

RIDDLE : MALAM HARI DI TROTOAR

RIDDLE : MALAM HARI DI TROTOAR


Aku sedang berdiri di pinggir jalan menunggu jemputan. Jalan ini sangat sepi saat malam hari seperti ini. Disepanjang trotoar tempatku berdiri terdapat 6 buah lampu jalan, namun hanya 4 lampu saja yang menyala, dari ujung jalan hanya lampu urutan no. 1, 2, 3 dan 5 saja yang menyala.

Selasa, 05 Desember 2017

ARIS IN CREEPYLAND : BAGIAN 3

BAGIAN 3


                Sosok itu terlihat seperti manusia yang dalam keadaan telanjang namun kulitnya berwarna pucat keabu – abuan seperti mayat, berkepala botak dengan bulu – bulu halus yang tumbuh tidak beraturan, dan berdiri dengan 4 kaki seperti monyet. Mata besarnya yang menyala dalam kegelapan membuat Aris bergidik ngeri saat melihatnya. Secara perlahan makhluk itu keluar dari balik pohon dan merangkak mendekati Aris.

Minggu, 03 Desember 2017

RIDDLE : KASUS PEMBUNUHAN

RIDDLE : KASUS PEMBUNUHAN
Level : Susah

Terjadi kasus pembunuhan semalam yang menewaskan seorang karyawan. Ia ditemukan tewas di rumahnya dengan luka tembak. Pembunuhan ini begitu rapi pembunuh itu tahu caranya menghilangkan jejak.

Sabtu, 02 Desember 2017

RIDDLE : HOBI

RIDDLE : HOBI
Level : Kacangan

Aku suka meneropong, aku mengoleksi beberapa set di rumahku. Meneropong lebih asyik bila dilakukan di tempat yang tinggi. Karena itu aku sering mencari tempat yang tinggi untuk mendapatkan angle yang terbaik.

Jumat, 01 Desember 2017

ARIS IN CREEPYLAND : BAGIAN 2

BAGIAN 2


Aris yang sudah ketakutan setengah mati masih berusah berfikir jernih.
“mungkin ada binatang yang terjebak di sana” begitu pikirnya.
Ia berusaha tidak memperdulikannya dan melanjutkan berjalan menuju rumah. Disaat imajinasi liarnya mulai bermunculan, suara itu pun berhenti. Lalu terdengar suara “KHUU..KHUU...” suara serak seperti orang tertawa  itu membuat bulu di sekujur tubuh Aris merinding. Dengan segera Aris berlari secepat yang ia bisa, menutup pintu, menuju kamar, lalu bersembunyi di balik selimut disamping adiknya yang sedang asyik dibuai mimpi.