Sabtu, 24 Agustus 2019

Tiga Koin


Cerita ini diterjemahkan dari sebuah cerpen di web Scary for Kids.

Saat itu terjadi, semua orang sepakat kalau semua ini adalah hasil dari pemikiran tidak waras. Sebuah permainan catur yang dimainkan orang gila, dengan manusia sebagai bidaknya.



Semua berawal saat suatu pagi penduduk di sebuah kota kecil di salah satu negara bagian bangun dan mendapati papan pengumuman besar telah berdiri di alun-alun kota. Di sana tertera pengumuman yang berbunyi :

“Kemarin, 3 koin sudah dimasukkan dalam peredaran uang di kota ini. setiap koinnya ditandai dengan simbol yang berbeda – bentuk kotak, lingkaran dan silang. Koin ini akan terus berpindah tangan, dan tujuh hari setelah pemberitahuan ini dipasang, para pemegang koin itu akan mendapatkan hadiah.

Hadiah 1 : Uang cash 1 juta dolar.
Hadiah 2 : Paket perjalanan keliling dunia.
Hadiah 3 : Kematian.

Jawaban dari teka-teki ini terletak pada simbol di 3 koin tersebut. Lingkaran, kotak dan silang. Salah satu dari itu melambangkan kekayaan, yang lain melambangkan perjalanan dan yang lainnya adalah simbol kematian. Silahkan kalian pikirkan sendiri simbol mana yang kira-kira melambangkan itu semua.”

Siang hari, hampir semua orang di kota sudah mendengar kabar itu, seisi kota pun dipenuhi dengan rasa penasaran sekaligus kewaspadaan. Para penjaga toko memeriksa isi kotak uangnya,  para pelanggan tak luput memantau isi kantong dan dompetnya. 

Koin pertama ditemukan oleh seorang anak laki-laki yang langsung menyerahkan koin itu pada ayahnya. Sang ayah langsung ketakutan begitu melihat tanda silang di koin itu. Ia beranggapan kalau tanda silang itu melambangkan nisan kuburan berbentuk salib dan yakin kalau itu adalah koin kematian. Ia cepat-cepat menyingkirkan koin itu dengan cara membelanjakannya di toko. Setiap orang yang memegang koin itu pun mempunyai pemikiran yang serupa, lalu koin itu terus menerus berpindah tangan.

Koin kedua ditemukan oleh seorang pemilik kafe di dalam kotak uangnya. Terdapat gambar kotak di atasnya. Ia memperhatikan koin itu cukup lama hingga mulai timbul perasaan cemas dan memberikan koin itu kepada seorang wanita tua pada uang kembaliannya. Si wanita tua sempat melihat koin itu, ia berteriak kaget lalu melemparnya ke jalan seakan koin itu adalah bara api yang membakar tangannya. Seorang penyapu jalan memungutnya dan terus membawanya kemanapun ia pergi, dia sudah membayangkan akan pergi berlibur di luar negeri sebelum akhirnya dilanda oleh rasa takut yang tiba-tiba datang. Koin dengan simbol kotak itu pun kembali beralih tangan.

Koin ketiga didapatkan di dalam uang kembalian dari sebuah vending machine. Kali ini dengan simbol lingkaran. Pria yang mendapatkannya langsung menyimpan koin itu di sakunya, namun keesokan paginya ia baru menyadari kalau koin itu sudah tidak ada. Ia tidak sengaja sudah membelanjakannya, namun ia tidak ingat di mana. Ternyata koin itu kini sudah berada di tangan seorang wanita penjual buah dan sayuran di pinggir jalan. Ia yakin bahwa itu adalah koin 1 juta dolar, namun saat wanita itu menunjukkan ke suaminya, ia merasa koin itu membawa nasib buruk. Lalu sang suami menyuruhnya untuk menyingkirkan koin itu. Ia pun memasukkannya ke dalam gelas seorang gelandangan yang mengemis di pinggir jalan. Lalu si pengemis membeli sebotol minuman dengan koin itu, koin bertanda lingkaran pun kembali berpindah tangan.

Ketiga koin itu terus menjadi bahan pembicaraan semua orang. Setiap orang punya pemahamannya masing-masing mengenai ketiga simbol, namun tak ada yang benar-benar yakin akan perkiraannya. Orang-orang yang memegang setiap koin itu pun terus dihantui keraguan dan ketakutan akan ketidakpastian, dengan putus asa mereka meminta saran pada yang lain apa yang seharusnya mereka perbuat.

Beberapa orang beranggapan lingkaran melambangkan perjalanan keliling dunia. Yang lain  percaya itu menggambarkan bola dunia. Tanda silang yang paling membingungkan banyak orang. Beberapa mengaitkan itu dengan perjalanan menyeberangi lautan, yang lain beranggapan itu adalah simbol kematian. Mayoritas orang percaya bahwa lambang kotak mewakilkan sebuah peti mati atau liang lahat.

Resiko yang harus dihadapi sangatlah besar. Setiap orang sangat antusias akan kemungkinan mendapatkan uang cash 1 juta dolar atau sebuah perjalanan keliling dunia, namun tak ada yang menginginkan hadiah ke-3. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah hasrat untuk mendapatkan uang atau keinginan berkeliling dunia lebih besar daripada ketakutan akan kematian?

Orang-orang jadi penasaran untuk mengetahui siapa sebenarnya yang sudah menyelenggarakan kompetisi aneh ini. apakah ini sebuah strategi pemasaran? Apakah seorang jutawan yang kebosanan dan mengunakan hartanya untuk mencari kesenangan? Mungkin sekelompok ilmuwan yang sedang melakukan eksperimen sosial? Bisa juga ini adalah semacam lelucon yang dipersiapkan untuk sebuah acara dengan kamera tersembunyi yang merekam tiap adegan.

Di hari keenam, seisi kota hampir tenggelam dalam keadaan histeria. Setiap orang penasaran bagaimana hasil akhir dari kompetisi aneh ini. Semua orang di kota tahu bahwa seorang pemilik bar memegang koin bertanda kotak karena ia terus saja bercerita kepada pelanggannya tentang apa yang akan ia lakukan bila mendapatkan uang 1 juta dolar. Namun saat pagi hari di hari terakhir, ia kehilangan keberanian. Melihat seorang tunanetra yang mengemis di jalan,si pemilik bar mendekat dan menjatuhkan koin itu ke gelas yang dipegang si pengemis.

Orang-orang pun tahu bahwa  koin bertanda lingkaran berada di tangan seorang pemuda bernama Bud Skinner yang bekerja di toko obat. Ia memiliki perilaku yang sopan dan murah senyum, semua orang pun berharap ia bisa mendapatkan hadiah perjalanan keliling dunia.

Semua orang juga tahu siapa pemegang koin bertanda silang. Ia adalah seorang tukang pos bernama Kenneth Carlton. Orang yang hidupnya kurang berkecukupan dan didiagnosa menderita penyakit kanker parah dan hanya dapat bertahan hidup beberapa minggu lagi. Bila tanda silang itu adalah lambang kematian seperti yang banyak orang duga, maka itu tak memberikan dampak yang besar pada nasib Kenneth Carlton.

Saat pagi hari di hari terakhir, si pengemis tunanetra duduk di sudut jalan seperti biasa, sampai ia merasakan ada sesuatu yang terjatuh di depannya, itu adalah sebuah paket. Si pengemis meminta tolong pada orang yang lewat untuk membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah tiket perjalanan keliling dunia dengan sebuah catatan yang tertulis : “Keempat penjuru dunia semuanya sama persis”

“Aku berharap memenangkan hadiah uang,” ucap si pengemis tunanetra, “Dengan begitu aku tak perlu mengemis lagi, tapi perjalanan keliling dunia ... apa gunanya hadiah semacam ini untuk orang sepertiku?” Dengan perasaan kecewa dan marah, ia mengambil tiket itu dan menyobek-nyobeknya menjadi sobekan kecil.

Di saat yang hampir bersamaan, Kenneth Carlton si tukang pos sedang menyortir surat di dalam tasnya saat ia menemukan sebuah amplop besar dan tebal yang dialamatkan kepadanya. Ia mengerutkan kening saat menyadari tak ada perangko yang tertempel di sana. Rekan-rekan kerjanya segera mengerubunginya dengan rasa ingin tahu.

“Cepat buka!” seorang dari mereka berseru, “Kita lihat apa isinya.”

“Tidak, jangan dibuka!” yang lain menyahut, “bagaimana kalau itu adalah kematian?”

Kenneth Carlton mengeluarkan tawa kecil yang suram dan mulai membuka amplop yang cukup berat itu, “Ini adalah kesempatan terbaik yang kudapatkan setelah bertahun-tahun,” ucapnya, “Bila ini adalah kematian, aku berharap ini akan berlangsung cepat dan tanpa rasa sakit.”

Ia mencampakkan isi amplop itu ke atas meja dan kemudian, setelah beberapa saat, ia mulai tertawa... tawa sedih yang menakutkan.

Para rekan kerjanya melihat tumpukan uang, itu adalah jumlah uang terbesar yang pernah mereka lihat seumur hidup.

“Itu uang!” mereka berteriak, “Kau memenangkan 1 juta dolar, Ken! Kau kaya raya!!!”

Ia pun mengambil sebuah catatan dari dalam amplop berisi uang itu. Disana tertulis : “Kekayaan adalah salib (beban) terbesar yang harus dibawa seorang manusia.”

“1 juta dolar,” ucap si tukang pos, “Untuk seseorang yang mengidap kanker parah dan umur yang tinggal beberapa minggu lagi... ironis sekali! Kurasa benar, uang lebih seperti beban daripada berkah.”

Lalu di waktu yang hampir bersamaan pula, Bud Skinner sedang bekerja di toko obat saat ia menyadari ada sebuah paket tergeletak di sudut ruangan. Awalnya ia menyangka itu adalah barang pelanggan yang tertinggal, namun kemudian ia menyadari kalau barang itu dialamatkan kepadanya.

Ia menyobek kertas pembungkus berwarna coklat dan teman-temannya dengan bersemangat mulai mengerubungi. Apa yang ia dapati adalah sebuah kotak berwarna silver. Dengan jari yang gemetaran ia menekan tombol yang berada di depan, lalu mengangkat tutupnya dengan hati-hati. Yang mengherankan, kotak itu kosong. Beberapa saat kemudian nampak ekspresi aneh pada wajah Bud Skinner... dan teman-temannya seperti menyaksikan sebuah kejadian horor. Tubuhnya seketika ambruk ke lantai.

Polisi pun dipanggil, namun investigasi mereka tak menghasilkan apapun kecuali fakta bahwa Bud Skinner mati keracunan. Dosis yang fatal telah diberikan melalui tusukan jarum pada jarinya saat ia menekan tombol di kotak silver. Di sisi bawah kotak, mereka melihat sebuah pesan yang bertuliskan : “Kehidupan berakhir di mana semua itu dimulai ... tak pernah melenceng kemanapun.”

Bahkan setelah semua ini berakhir, tak ada fakta apapun yang bisa diungkap tentang kontes misterius yang melibatkan 3 koin ini.

Tamat.




     



   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar