Senin, 26 Agustus 2019

Butuh Bantuan


Diterjemahkan dari web Scary for Kids.

Di suatu malam, hujan badai turun deras membasahi sebuah pemukiman. Seorang pria dan istrinya tengah tidur dengan tenang di ranjang. Tiba-tiba, mereka terjaga oleh suara mesin mobil di luar. Beberapa menit kemudian, terdengar suara ketukan yang keras dari pintu depan.



Sang pria bangkit duduk dari posisi berbaringnya, lalu melihat jam. Ternyata masih pukul 3:00 AM.

“Siapa yang datang malam-malam begini?” ucapnya heran.

Di luar, suara angin terdengar mengerikan dan tetesan hujan menerpa kaca jendela dengan keras. Suara ketukan pintu masih terus berlanjut, semakin lantang dan tak mau pergi.

“Turunlah dan lihat siapa yang datang,” ujar istrinya.

Dengan enggan, si pria mengenakan mantelnya dan pergi ke bawah. Saat sampai di dasar tangga, langkahnya terhenti sejenak. Dari kaca di pintu depan, ia bisa melihat sesosok bayangan besar berdiri di depan pintu.

Dengan tangan gemetar, ia menghampiri dan membuka pintu. Tampak di tengah guyuran hujan, seorang pria tinggi besar yang tak dikenal, dengan topi yang diturunkan menutupi mata, dan bekas luka di sepanjang pipinya.

“Bisa kau bantu mendorong ....”

“Ma-maaf, tidak bisa,” jawab si pria tanpa memberi kesempatan orang asing itu untuk menyelesaikan kalimatnya. “Sekarang masih jam 3.”

Tanpa berkata lagi, ia segera menutup pintu dan kembali ke ranjang. Sepertinya penampilan orang asing itu cukup membuat nyalinya ciut.

“Siapa yang datang?” tanya istrinya.

“Cuma orang menyeramkan yang minta bantu mendorongkan mobil,” balas si pria dengan gugup.

“Apa kau menolongnya?” tanya si istri lagi.

“Tentu saja tidak,” tandas si pria. “Sekarang masih pukul tiga subuh dan di luar hujan turun begitu deras.”

“Harusnya kau malu pada diri sendiri,” tegur istrinya. “Ingat waktu mobil kita mogok di jalanan antah berantah, lalu ada dua orang asing yang membantu mendorongkan mobil? Kita mungkin akan terjebak di sana semalaman kalau tak ada mereka. Kupikir kau juga harus menolong orang ini.”

Si pria menghela napas dan turun dari ranjang. Ia kenakan mantelnya lagi, lalu kembali ke lantai satu dan membuka pintu depan. Di luar gelap gulita, angin bertiup kencang, dan guyuran hujan deras berjatuhan. Sambil menyipitkan matanya di tengah kegelapan, si pria berteriak memanggil, “Hei, apa kau masih di sana?”

Dari suatu arah yang tampaknya cukup dekat, ia mendengar suara balasan. “Ya, aku masih di sini.”

“Masih ingin kubantu dorongkan?” tanya sang pria.

“Iya, masih.” Terdengar suara balasan lagi.

Si pria pun keluar melangkah menuju gelapnya malam dan derasnya hujan sambil berteriak, “Di mana kau?”

Orang asing itu pun menjawab, “Aku di sini, di ayunanmu. Cepat dorong aku.”


Tamat











Tidak ada komentar:

Posting Komentar