Selasa, 20 Agustus 2019

Tok Tok Tok


Diterjemahkan dari web Scary for Kids.

Aku akan menceritakan sebuah kisah mengerikan yang terjadi pada hari halloween. Katanya kejadian ini benar-benar pernah terjadi, membuatku merinding setiap kali mendengar ceritanya.



Kisah ini terjadi puluhan tahun yang lalu di kotaku, yang saat itu hanyalah sebuah kota kecil di antara pegunungan Catalonia, Spanyol. Kota kecil itu hanya seperti lahan persegi dengan sebuah gereja, taman, penjara, dan sekolah yang dikelilingi oleh rumah penduduk. Kota ini begitu bangga dengan sekolahnya, karena berhasil meraih predikat sekolah terbaik se-provinsi.

Di suatu pagi tanggal 31 Oktober – yang bertepatan dengan hari halloween – para murid di salah satu kelas sedang membuat hiasan dan kerajinan tangan. Ada yang menggunting kertas dengan pola kerangka manusia, melukis kelelawar vampir, dan menggambar labu. Murid di kelas itu berusia sekitar delapan sampai sembilan tahun. Guru mereka seorang wanita cantik yang hanya ditugaskan di sana selama satu bulan.

Saat para murid dengan riang mempersiapkan dekorasi halloween, sang guru menyalakan radio untuk mendengar laporan cuaca. Ia berencana membuat pesta halloween untuk anak-anak di luar ruangan, dan ingin memastikan kalau cuaca hari ini tidak hujan.

Tiba-tiba, laporan cuaca terpotong oleh siaran berita.

“Pemberitahuan penting! Seorang tahanan berhasil kabur dari penjara lokal. Dia memegang senjata dan sangat berbahaya. Kami mohon kepada warga, jangan coba-coba untuk meringkusnya. Polisi akan ....”

Sang guru segera berlari menuju radio dan mematikannya, ia tak ingin para murid panik mendengar kabar itu. Namun, sudah terlambat. Semua murid sudah terlanjur mendengar, seisi kelas pun menjadi sangat ketakutan dibuatnya. Lokasi penjara cukup dekat dari sekolah. Ibu guru hanya bisa meyakinkan para murid kalau mereka akan baik-baik saja.

Beberapa menit kemudian, kepala sekolah mengumumkan pemberitahuan melalui interkom.

“Perhatian untuk semua guru! Kami baru saja mendapat kabar kalau polisi sedang berurusan dengan masalah serius yang terjadi di kota. Para guru diharap mengunci semua jendela dan pintu di kelas sampai polisi berhasil mengendalikan situasi ini. Saya ulangi, kunci pintu dan jendela sampai ada instruksi lebih lanjut! Sekian.”

Ibu guru menghimbau para murid untuk tetap tenang. Ia pun segera mengunci pintu, lalu menutup semua jendela yang ada di kelas, memastikan kalau para murid aman dan tak ada seorang pun yang bisa masuk.

Tak lama setelahnya, seorang murid perempuan mengangkat tangan dan bertanya apakah dia boleh pergi ke toilet. Sang guru sebenarnya enggan memberi izin, tapi si anak terus saja memaksa. Ia pun akhirnya menyerah dan membolehkannya pergi ke toilet. Lagipula kecil kemungkinan tahanan yang kabur itu mendatangi sekolah.

Ibu guru memberitahu anak perempuan itu, bila kembali dari toilet, dia harus memberikan kode rahasia melalui ketukan di pintu kelas. Dengan begitu ibu guru akan tahu kalau itu dia, dan segera membukakan pintu untuknya. Kodenya adalah, tiga kali ketukan, lalu dua kali goresan di pintu.

Tok tok tok. Srek srek.

Gadis kecil itu pun pergi ke toilet, lalu ibu guru kembali mengunci pintu kelas. Untuk mengalihkan perhatian murid dari situasi menegangkan ini, sang guru membacakan cerita untuk mereka. 20 menit berlalu, dan anak perempuan itu belum kembali. Ibu guru mulai merasa cemas.

“Kenapa dia belum juga kembali,” keluhnya di depan para murid.

Tiba-tiba, terdengar suara langkah dari koridor. Semuanya menjadi terdiam seketika. Hingga terdengar lagi suara dari pintu.

Tok tok tok. Srek srek.

“Akhirnya dia kembali,” ujar sang guru lega.

Ia segera menghampiri pintu dan bersiap membuka kunci.

“Bagaimana kalau itu bukan dia?” tanya seorang anak laki-laki yang gemetar ketakutan.

Sang guru tiba-tiba merasa ragu, tinggal beberapa inci lagi anak kunci masuk ke lubangnya.

Sekali lagi, mereka mendengar suara dari pintu.

Tok tok tok. Srek srek.

“Itu pasti dia,” ucap Bu guru coba meyakinkan diri. Ia masukkan anak kunci, lalu dengan perlahan mulai membuka pintu.

Mendadak pintu terbuka dengan keras seperti ditendang dari luar, tampak seorang pria tinggi besar berdiri di sana. Di tangan kanannya tergenggam sebilah pisau, sementara di tangan kirinya, ia mencengkeram kepala seorang gadis kecil yang sudah terpenggal.

Tanpa sungkan, pria itu memasuki ruang kelas dengan senyuman lebar di wajahnya. Para murid terjebak di dalam, suara teriakan dan ratapan kesakitan menggema hingga ke koridor sekolah.

Dalam kekacauan itu, sang guru memecahkan salah satu jendela lalu melompat keluar. Ia berhasil melarikan diri dan menyelamatkan nyawanya. Namun, para murid tidak seberuntung itu.

Saat polisi datang, mereka menemukan sang pembunuh duduk di tengah ruangan kelas. Lantai, dinding, hingga langit-langit penuh dengan cipratan darah. Sementara di sekitarnya, berceceran bagian tubuh anak-anak. Ia menebas semua murid yang ada di kelas menjadi potongan kecil.

Polisi juga menemukan jasad gadis kecil tanpa kepala di bilik toilet nomor tiga. Polisi akhirnya bisa mengungkap tragedi berdarah di bulan Oktober yang dingin itu.

Si pembunuh sedang bersembunyi di toilet saat anak perempuan itu izin untuk buang air kecil. Sang gadis cilik terkejut mendapati seorang pria di dalam bilik toilet, lalu pembunuh itu menangkap dan memaksa bocah itu memberitahu kode untuk masuk ke kelas. Setelah siswi yang ketakutan itu memberitahu kodenya, ia digorok saat itu juga.

Guru yang kabur itu akhirnya masuk rumah sakit jiwa. Ia tak pernah bisa pulih dari insiden itu, dan terus menerus membuat suara.

Tok tok tok. Srek srek.

Sekolah itu pun menjadi terbengkalai karena para orang tua murid tak mau menyekolahkan anak mereka di sana. Terlalu banyak memori buruk. Tempat itu dibiarkan begitu saja pasca teror mengerikan yang menggemparkan seisi kota tersebut. Ada yang mengatakan, bila datang ke sana dan memasuki ruang kelas, kau masih bisa melihat tetesan darah yang mengalir di dinding.

Bila cukup berani, kau juga bisa datang ke bilik toilet nomor tiga, mengetuk pintu bilik tiga kali, lalu menggoresnya dua kali. Saat membuka pintu, kau akan melihat tubuh gadis kecil tanpa kepala tengah duduk di atas kloset.

Tamat













Tidak ada komentar:

Posting Komentar