Selasa, 20 Agustus 2019

Boneka Terkutuk


Diterjemahkan dari web Scary for Kids.

Ada seorang gadis kecil yang sangat menyukai boneka. Ia memiliki banyak koleksi mainan itu di kamarnya. Suatu hari, saat sedang melihat-lihat barang di toko, ia menemukan boneka yang sangat cantik. Tentu saja bagi seorang penggila boneka, ini adalah tambahan yang sempurna untuk koleksi. Anak itu hanya berharap punya cukup uang untuk menebusnya.



“Permisi, Bu. Berapa harga boneka itu?” tanyanya pada seorang wanita tua di belakang meja konter.

“Boneka itu tidak untuk dijual,” jawab wanita itu.

“Tapi boneka itu sangat cantik,” ujar si anak. “Aku sangat menginginkannya.”

Si wanita tua jadi merasa terganggu. “Sudah kubilang, boneka itu tidak dijual!” tegasnya pada si anak.

“Kenapa tidak?” tanya si anak keras kepala itu lagi.

“Karena boneka itu terkutuk!” tandas wanita tua itu dengan wajah serius.

“Yah ... tak apa. Aku tak peduli dengan kutukan,” balas sang gadis dengan santai.

“Aku tak akan menjual boneka itu padamu ... tapi bila kau benar-benar menginginkannya, ambil saja. Itu milikmu. Tapi kalau nanti terjadi sesuatu yang buruk, aku tidak mau tahu.” Si wanita tua akhirnya membiarkan anak itu membawanya.

“Hore! Terima kasih banyak!” sorak si gadis cilik dengan senyuman riang. Ia pun mengambil boneka itu dan pergi meninggalkan toko.

Anak perempuan itu sangat senang bisa mendapatkan boneka secantik ini secara gratis. Ia pun berlari pulang menuju rumah saking tidak sabarnya.

Saat sampai di bangunan apartemen tempat tinggalnya, ia memasuki lobi. Namun, tak ada orang yang kelihatan sama sekali. Sang gadis kecil berdiri di sana menunggu elevator datang.

Pintu elevator terbuka, ia pun melangkahkan kaki ke dalam sambil terus memeluk erat boneka barunya.

Pintu tertutup. Namun, elevator tak bergerak.

Muncul perasaan tak enak dari si gadis cilik. Sekujur tubuhnya merinding dan gemetar ketakutan.

“Ya, Tuhan!” ucapnya dalam hati. “Apakah ini kutukan dari boneka?”

 Tiba-tiba, ia merasa boneka di pelukannya bergerak perlahan.

Sedikit demi sedikit, kepala boneka itu berputar hingga wajahnya saling berhadapan dengan wajah si anak.

Gadis cilik itu hendak berteriak, tetapi tak ada suara sedikit pun yang keluar dari kerongkongannya.

Kelopak mata boneka itu kini bergerak, lalu membuka sepenuhnya. Menampakkan bola mata kaca tanpa jiwa yang dingin dan suram.

Seakan belum cukup menakutkan, mulut boneka itu pun mulai bergerak dan bersuara,

“Tekan tombolnya, bocah pinter!!!”

Tamat









Tidak ada komentar:

Posting Komentar