Minggu, 29 September 2019

Pria Besar

Diterjemahkan dari web Scary for Kids.

Sebut saja nama anak ini Andrei. Ia tinggal di sebuah desa kecil di Rusia. Ia anak yang gugup dan mudah takut pada suatu hal. Ia juga anak yang pendiam dan lebih sering menghabiskan waktunya mendengarkan percakapan orang lain.



Di desa tempat ia tinggal, Andrei sering mendengar orang-orang membicarakan tentang “Si Pria Besar”.

“Jadilah anak baik, atau Si Pria Besar akan menculikmu!” ucap seorang ibu pada anaknya.

“Cepat pergi tidur, atau Si Pria Besar akan datang dan membawamu!” ujar orang tua lainnya.

“Jangan pergi ke sana, di situ tempat tinggal Si Pria Besar!” tegas seorang ayah menakuti putrinya.

Andrei mulai penasaran, siapa sebenarnya Si Pria Besar ini, dan kenapa anak-anak harus takut dengannya.

Di suatu malam yang sunyi, saat Andrei tengah berbaring di ranjang, ia mendengar suara pintu kamarnya yang dibuka perlahan. Di sana, di ambang pintu, berdiri seorang pria misterius. Tingginya lebih dari enam kaki dan memiliki wajah yang buruk rupa. Wajah paling buruk yang pernah dilihat Andrei.

Pria itu tinggi dan gemuk. Ia memiliki bekas luka yang terbentang di sepanjang pipi, serta salah satu mata putih tanpa pupil. Si Pria Besar berjalan tanpa suara mendekati ranjang Andrei, lalu merunduk.

Dengan nada memerintah, pria itu berkata, “Cepat bangun!”

Andrei menjawab dengan suara bergetar, “Aku tak akan bangun!”

“Bangun atau kubunuh kau!” ancam Si Pria Besar.

Andrei pun turun dari ranjang.

“Pakai mantelmu!” titah pria besar itu lagi.

“Aku tak mau memakai mantel!” balas Andrei menolak.

“Cepat pakai atau kubunuh kau!”

Andrei menurut dan memakai mantelnya.

“Sekarang ikut aku!” ajak Si Pria Besar.

“Aku tak mau ikut denganmu!” tolak Andrei lagi.

“Ikut aku atau kubunuh kau!”

Andrei mengikuti pria menyeramkan itu menuruni tangga dan keluar melalui pintu depan. Ada sebuah mobil besar berwarna hitam yang terparkir di sana. Si Pria Besar mencengkeram tengkuk Andrei dan mendorongnya ke bangku belakang mobil. Ia pun masuk, menyalakan mesin, dan mulai berkendara.

Mereka pergi menyusuri jalan hingga keluar dari desa kecil itu dan sampai di daerah pinggiran. Mobil hitam itu terus melaju di jalan kecil hingga sampai di tempat antah berantah. Tiba-tiba, pria itu menepi dan berhenti di pinggir jalan.

Andrei melihat ke luar jendela dan menyadari kalau mereka berhenti di depan sebuah pemakaman. Si Pria Besar meraih Andrei dan menariknya keluar mobil. Ia menyeret bocah yang ketakutan itu memasuki gerbang pemakaman dan menyusuri jalur sempit hingga sampai di sebuah kuburan. Si Pria Besar mengambil sebuah sekop dan melemparnya ke depan kaki Andrei.

“Gali kuburan itu!” ujarnya dengan suara menggeram.

“Aku tak mau!” tolak Andrei makin ketakutan.

“Cepat gali atau kubunuh kau!”

Andrei mengambil sekop dan mulai menggali. Setelah hampir satu jam, ia berhasil mengangkat sebuah peti mati, lalu berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

“Keluarkan mayatnya!” titah Si Pria Besar lagi.

“Tidak mau!” Andrei berusaha menolak.

“Keluarkan mayatnya atau kubunuh kau!”

Tak mampu berbuat banyak, Andrei pun membuka peti mati itu dan mengeluarkan sesosok mayat. Itu adalah jasad seorang pria tua dengan wajah yang sudah membusuk. Terlihat belatung menggeliat keluar dari mulut, hidung, dan rongga mata.

“Sekarang, makan itu!” seru Si Pria Besar tanpa ampun.

“Tidak mau!” Tentu saja Andrei menolak.

“Makan itu atau kubunuh kau!” Ancaman yang sama pun terus diberikan Si Pria Besar.

Dengan gemetar dan enggan, Andrei mulai memakan mayat itu. Ia awali dengan menggigit kuping, lalu bagian pipi. Rasanya membuat ia ingin muntah.

Tiba-tiba, Andrei merasa ada yang memegang pundak dan mengguncangnya.

“Andrei, bangun!” seru ibunya. “Itu kasur ketiga yang kau makan!”

Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar